Ibu, Inginku Travelling Bersamamu (lagi)

by - Juli 30, 2017

Travelling bersama ibu adalah saat yang menyenangkan, dimana aku gak pernah keluar uang *Oops*. Alhamdulillah aku punya ibu yang tidak pelit sama anak, kalau beliau memang ada ya diberi.

Plesiran ku pertama bareng ibu itu ke Bali tahun 2000 dan masih banyak lagi yang aku sendiri lupa tahunnya seperti Pangandaran-Bandung, Pacitan atau hanya berkeliling Jawa tengah- Jogja. Motoranpun pernah loh ke Jogja, hujan lebat pula, Alhamdulillah ibuku kuat padahal aku yang masih muda saja capek banget.

Namun sudah 1,5 tahun ibu terserang stroke, selama itu pula ibu sudah tidak pernah bepergian jauh. Terakhir bersama beliau ke Borobudur dan ia kuat naik sampai puncak tertinggi candi itu tanpa mengeluh capek. Ah kangen saat-saat itu.
Aku pernah berjanji sama ibu, jika ibu sehat bisa berjalan dengan normal lagi, ibu bakal aku ajak jalan-jalan. Tapi hingga sekarang ibu belum juga bisa berjalan , dan aku baru bisa mengajak beliau menginap satu malam di hotel yang masih di kota tercinta. Alhamdulillah beliau senang meski hanya di Semarang.

Saat ini, impianku adalah mengajak ibu jalan-jalan seperti ia mengenalkanku pada Bali, Bandung, Solo, Pacitan dll.
List travelling yang aku impikan bersama ibu adalah napak tilas pertama kali kami travelling dan destinasi-destinasi yang belum pernah ibu kunjungi.

1. Bali
Bali aku pilih jika ibu benar-benar sehat, aku pilih ini sebagai napak tilas kami. Aku ingin perlihatkan ke Ibu, ini loh destinasi yang pernah kita kunjungi dan berbagai destinasi di pulau itu yang belum pernah ibu lihat.
2. Palm Resort Jepara
Sehat ataupun belum, Insya Allah aku akan tetap bawa ibu menginap di sini. Menikmati perubahan warna langit bersama ibu di pantai tepat di belakang resort ini. Aku ingin memperlihatkan kepada beliau ketenangan dan indahnya senja, meski senja membawa kita dalam kegelapan tapi senjalah yang akan membimbing kita melihat indahnya langit berbintang.
Semoga tahun ini aku sudah bisa mengajak ibu kesana. Aamiin.
3. Umroh
Bapak – Ibu sudah daftar untuk naik haji, tapi dalam masa tunggu  bapak sudah di panggil Allah untuk mengadap, dan ibu jatuh sakit. Cita-cita mereka yang ingin mengunjungi rumah Allah seakan-akan hanya bayangan yang tak terjangkau saja. Dan atas seijin Allah aku ingin sekali bisa ke tanah suci bareng Ibu.

Ibulah orang yang saat ini ingin sekali aku ajak travelling. Aku perlihatkan kepadanya indahnya dunia seperti ia memperlihatkanku dulu. Aku mungkin tidak akan pernah bisa membalas jasanya, tapi sedikit kebahagian aku yakin akan membuat masa tua ibu lebih berwarna.

Tulisan ini menjawab tantangan arisan link Bloger Gandjel Rel yang ke-6 yaitu Dwi Septia, si gadis berhijab yang manis dengan tulisan di blognya yang begitu tertata rapi. Dan mbak Winda Oetomo seorang bloger dan arsitek kece.


Dan lagu Bunda dari Potret selalu sukses membuatku meneteskan air mata.


ku buka album biru
penuh debu dan usang
ku pandangi semua gambar diri
kecil bersih belum ternoda

pikirkupun melayang
dahulu penuh kasih
teringat semua cerita orang
tentang riwayatku

kata mereka diriku slalu dimanja
kata mereka diriku slalu dtimang

nada nada yang indah
slalu terurai darinya
tangisan nakal dari bibirku
takkan jadi deritanya

tangan halus dan suci
tlah mengangkat diri ini
jiwa raga dan seluruh hidup
rela dia berikan

oh bunda ada dan tiada
dirimu kan slalu ada di dalam
hatiku

You May Also Like

2 komentar

  1. mudah-mudahan ibunya cepet sembuh ya mbak. selalu diberikan kesehatan. aamiin

    BalasHapus
  2. Kok aku jadi terharu, hampir menitikkan air mata nih mar, semoga ibunya mara pulih seperti dulu biar bisa travelling bareng lagi ya mar 😢😊

    BalasHapus