Temu Blogger Kesehatan bersama Dinkes Semarang




Seminggu yang lalu aku tercengang melihat hasil cek darahku, GDS tinggi tensipun tinggi, Uuh betapa tidak sehatnya aku. Aku sadar diri selama ini pola makanku tidak sehat, bahkan seminggu terakhir mie ayam bakso menghiasi menu makanku sehari-hari, lalu ditambah  minumnya es campur yang manis. Dengan pola makan seperti ini bagaimana GDSku gak tinggi coba? Diangka 348!!!!! Gila gak tuh. Pantas saja aku gampang capek akhir-akhir ini ditambah pusing seharian.

Nah, waktu aku diundang acara Dinkes Semarang 27-28 November aku mulai mengerti nih bagaimana pentingnya hidup sehat.

Pukul 07.30 am kami para bloger undangan berkumpul di kantor Dinkes Semarang yang beralamat di Jl.Pemuda. dari sekitar 30an peserta undangan kami dibagi dua kelompok untuk menuju Puskesmas Halmahera dan Puskesmas Gayamsari. Aku kebagian ke Puskesmas Gayamsari, sesampainya di Puskesmas Gayamsari kami menuju lantai dua gedung dan acara dibuka dengan doa dan peragaan Safety Briefing dari petugas UPTD Puskesmas Gayamsari.


Bapak Heri Wibowo selaku Kepala Puskesmas Gayamsari, Beliau menjelaskan visi misi Puskesmas Gayamsari dan juga apa arti puskesmas secara umum, bahwa puskesmas merupakan pertolongan pertama daripada rumah sakit. Tapi di jaman sekarang, jarang sekali orang dengan tingkat ekonomi menengah ke atas datang ke puskesmas untuk berobat ringan sebelum dirujuk ke dokter spesialis di rumah sakit. Padahal Puskesmas jaman now itu komplit, ada layanan inap juga.

Bapak Heri juga memberi ajakan tentang mencegah penyakit dengan cara cek kesehatan secara berkala. Pengecekan kesehatan secara rutin bisa membuat kita terhindar dari berbagai macam penyakit, karena kita lebih aware. Selain cek kesehatan secara berkala, Bapak Heri juga manghimbau agar kami juga berolahraga secara teratur minimal 30 menit perhari agar tubuh tetap bugar. Nah ini yang aku butuhkan, selain pola makan sehat, olahraga 30 menit sehari dan cek kesehatan secara berkala.

Puskesmas Gayamsari merupakan satu-satunya puskesmas di wilayah Kecamatan Gayamsari. Memiliki tiga puskesmas pembantu. Dengan pegawai di Puskesmas Gayamsari berjumlah 50 orang. Ada 9 dokter, 6 perawat, 1 dokter gigi, 2  perawat gigi, 6 Bidan Puskesmas, 1 Analis kesehatan, 1 Apoteker, 2 Asisten Apoteker dan staff administrasi.  Dan Puskesmas Gayamsari adalah satu-satunya Puskesmas di Semarang yang mendapatkan penghargaan Paripurna.

Pukul 10.15 kami meninggalkan Puskesmas Gayamsari  menuju ke The Wujil. Sampainya di The Wujil, rombongan kami disambut oleh Bapak Dr. Widoyono, MPH. selaku kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang beliau memaparkan materi tentang kesehatan masyarakat. Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan kesehatan yaitu untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatanmasyarakat yang setinggi-tingginya sebagai bentuk investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
Sekitar 70% masyarakat Indonesia merasa dirinya sehat dengan cara menjaga agar dirinya tetap sehat. Orang-orang di golongan ini biasanya diurusi oleh Puskesmas sedangkan 30% sisanya merupakan orang sakit yang biasanya diurusi oleh rumahsakit.

Bapak Dr. Widoyono, MPH
- Bapak kamu meninggal karena apa? Muntaber. ih gak keren..
- Bapak kamu meninggal karena apa? Pecah pembuluh darah karena tensi tinggi. Keren??? Ya enggak laaaaah....
Kamu kira penyakit-penyakit seperti stroke , jantung itu keren? menurutku sih enggak ya. Ini penyakit orang-orang yang kurang sadar dengan kesehatannya, yang lalai pada tubuhnya. Jika sudah terkena penyakit ini bukan hanya waktu namun hartapun tekuras untuk pengobatannya.
Dan penyakit ini termasuk dalam Penyakit Tidak Menular, Penyakit Tidak Menular lainnya seperti hypertensi, hyperglikemic, obesitas, dan kanker, gagal ginjal dll.

Persiapan Rockport

Dihari ke-2 kami melakukan tes kebugaran rockport, Tes Jalan Rockport merupakan salah satu metode yang biasa dipakai untuk menilai kesanggupan kardiovaskuler saat beraktivitas fisik dengan mengestimasi kapasitas aerobik. Tes ini dilakukan dengan cara berjalan, berjalan cepat, joging ataupun lari tergantung kesanggupan peserta tes secara konstan sepanjang 1,5KM. Kalau aku jalan santai sih, dan hasil dari tesku adalah kurang bugar. ah sepertinya memang aku harus mulai mengatur gaya hidupku jika ingin menua dengan sehat bugar bisa jalan-jalan terus.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Instagram