Revaluasi Aset, Kebijakan Ekonomi jilid V

by - November 23, 2015

“Pemerintah memberlakukan kebijakan revaluasi aset dalam rangka menggairahkan perekonomian karena dengan perlambatan ekonomi banyak perusahaan yang mengalami kerugian bahkan modalnya negatif, dengan revaluasi aset diharapkan dapat mempercantik posisi neraca karena akan ada penyesuaian nilai asetnya dari nilai perolehan menjadi nilai pasar,” Tutur Zeti Arina seorang konsultan pajak







Tujuan lain dari pemerintah adalah agar penerimaan pajak bertambah dan target tercapai karena penerimaan pajak saat ini masih jauh dari target, makanya akan dikeluarkan paket-paket selanjutnya.  Ini terlihat dari tarif yang murah bila revaluasi sampai dengan desember tahun ini yaitu :

  • Revaluasi aset hingga 31 Desember 2015, tarif PPh 3%
  • Revaluasi aset 1 Januari hingga 30 Juni 2016, tarif PPh 4%
  • Revaluasi aset 1 Juli hingga 31 Desember 2016, tarif PPh 6%



Sedangkan dari aturan dalam revaluasi aset normalnya dikenakan 10% jadi mendapat diskon 7% dari tarif sebelumnya karena pemerintah perlu banyak uang untuk menggerakkan perekenomian.

Bahkan semua aset dapat direvaluasi, seperti property, dll. Agar memudahkan pada saat akan merevaluasi aset mohon dibuat tax planning apakah secara pajak menguntungkan, bila menguntungkan lakukan revaluasi aset tetapi bila tidak ya sebaiknya tidak perlu di revaluasi.

Untuk Perusahaan yang melakukan revaluasi aset tentunya mempunyai dampak lain yaitu nilai asetnya bertambah sehingga biaya penyusutannya juga bertambah, bagi yang biaya penyusutannya sudah nol dampaknya tentunya kan menambah biaya dan dampaknya kan mengurangi laba, bila laba secara pajak berkurang tentunya pajak yang dibayarkan menjadi lebih kecil.
Untuk  pemegang saham juga dapat tambahan saham yang bukan objek PPh, dan secara fiskal penghasilan neto akan lebih kecil dibanding tahun sebelumnya.


Ada juga Perusahaan yang tidak mau melakukan revaluasi aset karena nilai pajaknya cukup tinggi,ini tidak apa-apa karena namanya juga fasilitas boleh digunakan boleh tidak. Misalnya perusahaan yang merugi yang khawatir kompensasi ruginya tidak bisa di cover sampai 5 tahun mendatang ya tidak perlu direvaluasi.




You May Also Like

0 komentar