Yang Aku Rindukan saat Lebaran


Ramadan  tahun ini adalah Ramadan terHampa versi-ku, selain karena virus corona yang membatasi aktivitas ramadhan, ramadhan tahun ini adalah ramadhan pertama tanpa Ibu dan ramadan yang k-10 tanpa Bapak. Ya aku ramadan sendirian kali ini. Semoga tahun depan ramadanku tidak semenyedihkan ini. Aku rindu suasana ramadan saat keluargaku masih lengkap, lebih tepatnya saat masih kecil saat kakak-kakak belum menikah. Sahur dan buka puasa begitu riuh dengan kegembiraan. 

2010, lebaran terakhir Bapak

Kalau lebaran, ada beberapa hal yang aku rindukan dari persiapan lebaran hingga suasana lebaran saat orangtuaku masih lengkap. 


1. Bersih-bersih rumah
Dulu setiap menjelang lebaran rumahku ganti cat, dan kami gantian siapa yang menentukan warna untuk tahun ini. Dan aku adalah yang menentukan warna di tahun 2010,hingga sekarang warna rumah masih sama. Ya karena 2011 Bapak sudah meninggal dan karena aku masih malas buat cat ulang. Tahun depan deh aku ganti cat  putih hehe

2. Potong Kambing 
Ini menjadi kebiasaan saat aku masih kecil sepertinya, saat Bapak Ibu masih sehat. Jadi setiap h-1 kami menyembelih kambing, patungan sih sama sodara-sodaranya Bapak/Ibu. Padahal bukan iduladha ya tapi ini bikin happy sih. 

3. Masak Besar
Masak besar, menu lebaran keluarga kami sangat bervariasi… 
Ketupat+Lontong itu wajib, opor ayam, sambel goreng, semur daging sapi, semur daging kambing dan tentunya favoritku Sate kambing. Aaah aku rindu makan sate kambing sama Bapak Ibu. 

4. Berkunjung kerumah nenek
Lebaran tuh asik banget kan kalau berkunjung kerumah nenek, apalagi rame-rame lalu rumah nenek penuh deh. Haha ini bahagia banget liat keluarga besar kumpul. Sampai sekarang masih bisa sih kerumah nenek, tapi kesehatan nenekku sudah memburuk, jadi feelnya sudah beda. 

5. Melihat Takbir Keliling
Aku gak pernah ikut takbir keliling, biasanga aku hanya lihat dari rumah nenek, karena rumah beliau ada di depan jalan raya,jadi banyak sekalu yang lewat untuk takbir keliling. Tahun ini takbir keliling gak ada ya, huhu sedih. 


6. Berkunjung kerumah saudara
Aku anaknya ansos, tapi kalau berkunjung kerumah-rumah saudara aku suka. Yang aku suka dari kunjungan ini adalah selalu ada cerita baru dari mereka. Bahagianya. 

7. Rumah yang Ramai
Bapak dan Ibu itu sama-sama anak ke-2, Ibu dari 6 bersaudara dan Bapak dari 4 bersaudara. Yang artinya keluarga kami banyak, setiap lebaran kami saling mengunjungi, dan aku bahagia melihat rumah kami sesak oleh tamu. Tawa dan riuh mereka menular. 

Semoga tahun depan lebaran semeriah tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini tidak apa-apa seperti ini, memang lagi keadaannya. Dan semoga tahun depan aku sudah mendapatkan keluarga baru, sehingga aku tidak merasa sepi lagi saat ramadan dan lebaran tiba.