Bully, Efeknya dan Peran Orang Tua



Ngomongin bully, efek dari bully ini luar biasa. Dari minder hingga bunuh diri. Di ambil dari Wikipedia bully atau penindasan, perundungan, perisakan, atau pengintimidasian  adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional bullying, fisik bullying , verbal bullying , dan cyber bullying.

Kalau di Indonesia, artis yang kena cyber bullying makin tenar, seperti kekeyi, Berbie kumalasari, meldi, dan masih banyak lagi. Kita hanya penonton tak pernah tau, bagaimana mental mereka, apa mereka benar-benar baik saja, atau hanya terlihat diluarnya saja. 
Tapi kalau artis luar negeri, mereka yang terkena cyber bullying mentalnya down dan banyak yang bunuh diri. Berikut adalah 3 wanita cantik yang bunuh diri karena bullyn

1. Sulli

Penggemar Kpop sudah gak asing dengan artis cantik nan tinggi ini. Aku sebagai cewe melihat dia diam saja menurutku dia sexy. 
Mantan personel girlband F(X), Sulli, ditemukan meninggal di apartemennya oleh sang manajer pada Senin (14/10/2019).

Sulli diduga meninggal karena mengalami depresi dari hujatan dan komentar negatif dari netizen. Karena tidak mampu melawan depresi, Sulli pun memilih mengakhiri hidupnya sendiri. 

2. Go Hara

Goo Hara, sahabat dari Sulli ini pun menyusul untuk mengakhiri hidupnya  Minggu (24/11/2019) Gi Hara ditemukan sudah tak bernyawa di kediamannya.

Sebelum meninggal, Goo Hara dari KARA, sahabat Sulli, sempat mengalami depresi hingga dulu pernah mencoba bunuh diri, namun gagal.a

3. Hana Kimura

Hana Kimura, pegulat profesional berdarah campuran Jepang-Indonesia ini dikabarkan meninggal dunia pada tanggal 23/5/2020.

Penyebab kematian memang belum pasti tapi diduga bunuh diri karena cyber bullying yang menerpa dirinya. 

Sebelum kepergiannya untuk selamanya, ia memposting di akun twitternya bahwa "saya tidak ingin menjadi manusia lagi, itu adalah kehidupan dan saya ingin dicintai. Terimakasih semuanya, saya suka kamu. Sampai jumpa." tulisnya

Dalam laporan LA Times, beberapa orang menyebutkan jika bullying terhadap Hana Kimura terjadi sejak dirinya bermain di episode terakhi serial Netflix Terrace House Tokyo 2019-2020. 

Diatas adalah 3 artis cantik yang mengalami bunuh diri karena depressi dampak dari cyber bullying. Semoga ini pelajaran untuk netizen Indonesia untuk tidak mudah membully, untuk lebih menjaga jempolnya disocial media. Dan menjaga mulutnya di dunia nyata. Bagaimanapun kita sama-sama manusia, jika ada yang salah cukup ingatkan saja, jauhi perilaku bully. 

Namun bullying ini juga bisa diputus oleh orang tua, karena keluarga adalah lingkungan paling awal terbentuknya mental anak, saat dewasa nanti bisa jadi manusia yang baik, pembully atau malah korban bully. 

Orangtua berperan mencegah dan memutus rantai bullying melalui pendidikan parenting. Sebab berdasarkan penelitian, kasus bullying pun bisa terjadi di rumah, ketika orangtua memiliki lebih dari dua anak.

Bullying oleh kakak atau adik, menjadi bentuk kekerasan dalam keluarga yang paling sering ditemukan. Sayangnya, hal semacam ini malah dianggap sebagai bagian dari pendewasaan anak. Padahal sebagai dampak jangka panjang, anak yang menjadi korban bullying di tengah keluarga bisa mengalami gangguan mental.

Keluarga, termasuk orangtua, berperan penting dalam menghentikan dan mencegah bullying. Sudah menjadi tugas orang tua mengajak anak untuk berprilaku baik dan berani. Murid dengan keluarga yang harmonis, lebih jarang memperlihatkan perilaku agresif.

Jangan ada kekerasan dirumah, orangtua yang selalu bertengkar dan meremehkan kemampuan anak bisa memicu verbal bullying. Hingga anak itu menjadi pembully. 

Tidak ada komentar untuk "Bully, Efeknya dan Peran Orang Tua"