Tanya Dokter Kulit Wajah: Inilah Beda Perawatan untuk Jerawat Hormon dengan Jerawat Biasa


Jerawat mungkin menjadi salah satu permasalahan kulit wajah yang hampir pernah dialami oleh semua orang. Jerawat yang diderita masing-masing orang bisa sangat berbeda-beda, begitu juga penanganannya bisa saja membuahkan hasil yang berbeda-beda. Ada yang bisa dengan mudah sembuh dengan produk kecantikan yang sederhana dan perawatan yang sederhana pula. Namun ada juga yang mengalami kondisi jerawat yang susah disembuhkan hingga jangka waktu yang lama. Bagi Anda memiliki jerawat yang sangat sakit jika disentuh, merah membengkak, serta tidak mudah hilang, ada kemungkinan jerawat yang diderita merupakan jenis jerawat hormon. Pada beberapa kasus, jerawat jenis ini cukup susah menghilangkannya, bahkan mungkin juga perlu konsultasi atau tanya dokter kulit wajah yang berkompeten.



Meskipun begitu, bukan berarti untuk jenis jerawat hormon tidak bisa disembuhkan dengan produk dan perawatan yang tepat. Asalkan Anda tahu penyebab dan cara penanganan yang tepat, bisa dipastikan kondisi berjerawat yang cukup mengganggu mood dan penampilan ini bisa diatasi. Maka dari itu, ketahui beberapa cara perawatan yang tepat untuk jerawat hormon berikut ini.


1. Jerawat hormon timbul karena produksi minyak yang berlebihan.


Jerawat hormon biasanya memiliki ciri-ciri, seperti berbentuk bulat atau bintik putih pada wajah, bisa muncul di tengah-tengah pipi ataupun area hidung, berwarna merah bengkak, dan menimbulkan rasa sakit. Adapun penyebab jerawat hormon karena adanya produksi minyak berlebih pada bagian wajah. 



2. Beberapa orang memang ada yang terlahir dengan kondisi wajah cenderung berminyak.




Dibandingkan dengan jerawat biasa, untuk jenis jerawat hormon terbilang sering sekali muncul dan susah untuk dihilangkan. Hal ini biasanya diderita oleh mereka yang memiliki kelebihan enzim di minyak wajah, sehingga menyebabkan kondisi wajah mengalami peradangan, nanah, atau jerawat tersebut. Kondisi ini akan semakin parah jika jerawat yang diderita sering dipencet-pencet.


3. Tidak hanya karena sedang menstruasi, beberapa hal lain juga bisa menjadi pemicu lonjakan hormon dan jerawat tumbuh.


Kondisi sedang menstruasi, stress, mengkonsumsi pil KB yang tinggi hormon, jadwal yang tidak teratur bisa menyebabkan naik turunnya hormone. Hal ini bisa memberikan dampak yang kurang bagus bagi kulit Anda, terutama untuk jenis jerawat hormon. Dimana akan mengalami dampak langsung dengan fluktuasi hormon yang nantinya memberikan sinyal pada kelenjar adrenal untuk memproduksi hormone kortisol. 


4. Hindari menyentuh jerawat jika tidak ingin kondisinya semakin memburuk.


Memencet jerawat bisa menyebabkan terjadinya peradangan dan iritasi kulit. Selain itu bisa dipastikan kondisi jerawat Anda akan semakin parah. Dan parahnya lagi, hal ini bisa menyebabkan timbulnya bekas jerawat yang sangat susah untuk dihilangkan.



5. Melakukan eksfoliasi dengan rajin untuk mengatasi jerawat hormon.


Untuk pemilik kulit berminyak yang rentan mengalami jerawat, kondisi pori-pori tersumbat menjadi salah satu hal yang haru dihindari. Oleh karena itu, melakukan eksfoliasi kimia, seperti lactic acid, salicylic, dan glycolic menjadi cara terbaik untuk melawan jerawat. Eksfoliasi kimia ini sangat berguna untuk membantu menghilangkan atau mengikis sel-sel kulit mati yang menempel pada jerawat sedikit demi sedikit.



6. Konsumsi makanan sehat dan suplemen kulit untuk mengatasi jerawat hormon.



Untuk kondisi jerawat hormon yang sudah sangat parah, penggunaan antibiotic oral bisa sangat membantu Anda dalam mengurangi minyak dan mencegah dari tumbuhnya bakteri penyebab jerawat. Anda bisa mencari suplemen kulit yang kaya akan kandungan vitamin E. sebelum menggunakan suplemen kulit jenis tertentu, ada baiknya konsultasikan atau tanya dokter kulit wajah terlebih dahulu. Anda bisa berkonsultasi melalui dokter kulit terpercaya di aplikasi Halodoc untuk lebih mudahnya.

Tidak ada komentar untuk "Tanya Dokter Kulit Wajah: Inilah Beda Perawatan untuk Jerawat Hormon dengan Jerawat Biasa"