Mengenang Sejarah Indonesia di Yogyakarta

Sumber : Tribunnews
Yogyakarta adalah salah satu provinsi yang dahulunya pernah menjadi ibu kota negara kita. Yogyakarta atau biasa disebut dengan Jogja ini menjadi Daerah Keistimewaan yang mana memang sangat istimewa. Jogja menjadi salah satu saksi bisu berbagai kerajaan yang pernah hidup di Masa lalu serta perjuangan Bangsa Indonesia melawan Penjajah.

Jogja masih sangat menjaga berbagai situs-situs sejarah sehingga saat ini masih bisa diminati. Jogja menyimpan banyak sekali kisah kenegaraan dan berkembangnya berbagai Agama di Indonesia saat ini. Oleh karena itu, Jogja sangat banyak digunakan sebagai kota wisata sejarah.

Wisata sejarah biasa dilakukan oleh para anak-anak sekolah, para sejarawan, kita sebagai orang umum, dan bahkan banyak orang mancanegara yang juga sangat tertarik dengan berbagai kisah sejarah Indonesia sampai saat ini bisa menjadi negara yang berdiri sendiri.

Jogja sangat cocok untuk berwisata sejarah karena masih sangat kental. Dari mulai Bangunannya, kendaraan berupa Delman, Budayanya, dan masih banyak sekali. Dan Jogja juga menjadi kota wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan Mancanegara.

Kebetulan saya dan teman-teman memang sangat kompak dalam bidang sejarah. Kami suka mengunjungi daerah-daerah yang berbau sejarah sehingga beberapa waktu yang lalu, kamu memutuskan untuk berwisata ke Jogja karena bertepatan dengan libur kuliah dan kami juga sudah menabung untuk berwisata sejarah kali ini.

Kami telah memiliki berbagai rencana wisata yang akan kami lakukan di Jogja nanti. Satu-satu dari kami mengusulkan tempat-tempat yang akan kita kunjungi. Kami berencana untuk mengunjungi Candi Prambanan, Tugu Jogja, Malioboro, Alun-alun Kidul, Taman Sari, dan Keraton Jogja. Dan jika masih tersisa hari, kita juga ingin mengunjungi Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah.
Sumber : Brilio

Setelah semua tempat wisata sudah sesuai dengan keinginan kami, selanjutnya menentukan transportasi apa yang akan digunakan. Salah satu teman saya mengusulkan Pesawat karena bisa lebih hemat waktu dan banyak promo di Pegipegi sehingga lebih murah dan waktu liburan bisa lebih banyak dan tidak akan sia-sia hanya untuk perjalanan saja.


  • Kami langsung klik link pegipegi dan langsung memesannya lewat smartphone. Dan benar saja tiket pesawat Jakarta Jogja kami mendapatkan diskon yang lumayan sehingga bisa menghemat uang serta menghemat waktu untuk melakukan perjalanan jauh dari Jakarta ke Jogja.


Esoknya kita langsung menuju Bandara dengan berbekal e-tiket yang ada di aplikasi dan email. Sangat praktis sekali sehingga kita tidak perlu membawa kertas yang rawan hilang. Selanjutnya kita check-in dan mendapatkan boarding pass. Setelah itu dengan perjalanan kurang lebih 1 jam kami pun tiba di Bandara Adi Sucipto.
Sumber : Kompasiana

Pada hari itu kita ingin mengunjungi Tugu Jogja setelah check-in di hotel karena katanya di sana akan terlihat bagus saat malam hari. Setelah itu kamu juga menyempatkan berwisata malam di Malioboro sambil mencari makan saat malam hari. Benar saja, Jogja memang sangat istimewa, Jogja juga tidak pernah tertidur. Kami keluar sampai hampir tengah malam dan jalanan juga tetap ramai apalagi dengan anak muda.

Setelah itu, kami kembali ke Hotel dan beristirahat. Paginya kita bersantai dahulu dengan berenang-renang di hotel, mandi, dan bersiap-siap untuk berwisata. Kita memilih sarapan di luar karena ingin sekaligus berwisata kuliner di kota gudeg ini, banyak sekali makanan sarapan yang tersedia sampai kami bingung memilihnya.

Kami sarapan di sekitar alun-alun kidul, kami juga melihat banyak sekali orang-orang yang lari-lari pagi sepertinya menyenangkan. Kami juga penasaran dengan 2 pohon beringin yang ada di alun-alun kidul sehingga kami ke sana, ada bapak-bapak yang menawarkan penutup mata untuk menantang kita berjalan lurus ke arah tengah pohon beringin, wah asyik sekali.
Setelah dari sana, kami pun pergi ke Taman Sari yang dahulunya merupakan taman dan pemandian milik Keraton Yogyakarta. Kami menikmati bangunan yang masih sangat berkaitan dengan sejarah. setelah itu kami ke Keraton dan sorenya pulang ke Hotel.

Dan besoknya kami ke Prambanan dan sekaligus mencari oleh-oleh. Kami tidak jadi ke Borobudur karena kami harus kembali ke Jakarta sebab ada urusan tertentu.


7 komentar untuk "Mengenang Sejarah Indonesia di Yogyakarta"

  1. senang ya, masih sempat jalan2 keliling jogja. Walau dengan waktu yang terbatas.

    BalasHapus
  2. Aku ke Taman Sari kok belum puas, soalnya cuma foto-foto dari atas. Kudu kesana lagi kayaknya.

    BalasHapus
  3. Aduuh..aku belum kelakon ke Taman Sari nih..adaa saja yg bikin gagal..haha.. Jadi penasaran deh .. Tapi, Jogja memang selalu ngangeni..

    BalasHapus
  4. Jogja ... jogja ... jogja istimewa. Mo berapa kali balik pun ga ada bosennya termasuk ke Prambanan yg menurutku candi yg sangat fotogenik

    BalasHapus
  5. Jogja tuh selalu ngangeni dan bikin kita pengin kembali lagi ke sana. Apalagi banyak sekali objek wisata yang bisa dikunjungi ya di sana. Aku belum pernah euy ke Taman Sari, pengin pepotoan kayak rangorang di sana. ;)

    BalasHapus
  6. Kalau udah ke jogja rasanya pengen balik lagi ke sana dan ke sana lagi. Banyak banget tempat wisata yang menarik dan penduduknya ramah-ramah. Jogja istimewa.

    BalasHapus
  7. Jogja selalu ngangenin dan nggak ada habisnya untuk dijelajahi. Kangen...
    Udah lama banget terakhir ke Jogja, itu pun acara piknik RT dan sedikit mengecewakan ��

    BalasHapus

Posting Komentar