HUT KEMENTERIAN BUMN ke-21 di SEMARANG





Semarang, sabtu lalu 13 april 2019 Kementerian BUMN merayakan ulang tahun yang ke-21 di Marina Convention Center Semarang. Acara ini dihadiri sebanyak 143 perusahaan BUMN dengan menggunkan kaos putih bertuliskan One Family, One Nation, One Vision.


Acara dimulai dengan kirab warak ngendog dan beberapa tarian khas Semarang, semua terlihat antusias, orang asli Semarang taunya Warak Ngendok hanya sebuah mainan raksasa dengan telur di bawahnya yang selalu diarak setiap penutupan dugderan yang artinya cuma satu tahun sekali saat mnyambut bulan puasa. Namun sebenarnya Warak Ngendok dijaman dahulu dikenal sebagai hewan mitology yang sakti oleh warga Semarang.Bentuknya perpaduan antara kambing di bagian kaki, naga pada bagian kepala dan buroq di bagian badan. Sedang ngendog itu artinya bertelur. Jadi saat diarak di bawah hewan ini terdapat mainan telur berukuran raksasa juga.


Acara dilanjut dengan senam lintas generasi, dimulai dengan SKJ, senam poco-poco dan yang jaman now senam zumba. Seru banget semua bergoyang bersama tanpa pandang usia dan jabatan.
Biar semangat semakin berkorbar, lagu Indonesia raya pun diputar dan dinyanyikan bersama. Semua terlihat khidmat. Lalu doa bersama yang dipandu oleh habib Muthohar.


Dan kemudian persembahan dari millenial BUMN semarang menyanyikan jigle BUMN dan memakai baju adat. Anak-anak BUMN pasti tidak asing dengan lirik lagu ini :
Kita memang beda, Namun satu jiwa
Berjanji bersama membangun negara
Genggamlah tanganku, satukan semangatmu
Bertekat tuk maju, melangkah tak perlu ragu-ragu
Reff:
Mari kita satukan hati, bagi bangsa ini
Mari kita wujudkan mimpi, kerja nyata dan pasti
Bakti BUMN untuk Ibu pertiwi

Akhirnya yang ditunggu-tunggupun memberikan sambutannya, Ibu Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno berpesan “BUMN harus semangat, kuat dan tangguh. Kita melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia.” Suara semangat millenials BUMN pun bergema kemudian dilanjutkan lagi oleh ibu Rini “Titip untuk adik-adik millenials, harus jaga BUMN kita! BUMN harus tetap besar dan tetap kuat membangun Indonesia”


Dipojokan dekat panggung terdapat stupa Borobudur berukuran raksasa, yang setelah didekati merupakan stupa dari Nasi Kuning setinggi 4meter. Wah bagaimana motongnya ya? Ternyata nasi kuning ini buatan WIKA dan sudah disediakan crane untuk memotongnya. Ibu Rini pun naik ke crane untuk memotong tumpeng raksasa ini, duh hati-hati ya bu. Potongan tumpeng pertama diberikan kebada karyawan termuda (23th). selanjutnya nasi kuning dipotong dan dibagikan sebanyak 5821 peserta yang hadir.


Yaaah aku tidak kebagian nasi kuningnya gaes, untung aku menggunakan linkaja. Linkaja ini merupakan Emoney dari BUMN, dan siapapun bisa beli makanan di booth-booth yang tersedia disana dengan cara scan barcode. Dan tahukah kamu? Cuma bayar 500 rupiah doang! Iya semua makanan cukup bayar 500 rupiah doang. Aku sudah makan nasi pindang ayam, roti dan risoles. Emmmmmm kenyang cuma dengan uang 1500 rupiah saja, coba kayak gini setiap hari kan hemat hehehehe

Dari booth makanan, aku masih mendengar suara MC yang mebacakan para karyawan yang mendapatkan penghargaan, salah satunya pegawai termuda, lalu berprestasi dan lain-lain. Hadiahnya gak tanggung-tanggung, setiap orang mendapatkan paket umroh untuk 2 orang, atau yang non-muslim bisa wisata religi sesuai agama yang dianutnya. Lalu adapun hadiah berupa tiket PP ke Jepang. Duh ngiler sama hadiahnya aku. 


Dalam acara ini Kementerian BUMN memecahkan 3rekor MURI diantaranya adalah : 
1. Replika tumpeng borobudur dengan nasi kuning terbesar
2. Transaksi QR Code kurang dari 5 jam terbanyak (LinkAja)
3. Nasi kuning terbanyak yang dibagikan


Dan acara ditutup oleh kehadiran Menteri BUMN yang pertama dan juga bintang tamu yang hadir seperti Janeta janet dan Armada.